SABLON PRINTING YANG KIAN MENARIK HATI

sablon printing

Teknologi memang selalu mengalami kemajuan yang pesat. Selalu memberikan sebuah solusi agar semakin cepat dan praktis. Karena tujuan adanya teknologi terbaru adalah menjadikan semakin praktis dan cepat. Bagi orang yang berpikiran modern pasti menginginkan sesuatu itu serba cepat, praktis dan berkualitas. Meskipun ada beberapa yang masih menginginkan yang serba manual, itupun tergantung penggunaannya dan kesukaan masing-masing individu. Begitu pula dengan penggunaan teknologi di dunia fesyen. Adanya yang praktis, cepat dan berkualitas menjadikan sering digunakan seperti penggunaan sablon printing, meskipun penggunaan sablon manual pun masih digunakan.

Tidak semua bahan kain bisa menggunakan sablon printing. Hanya kain berkualitas seperti katun combed atau katun bamboo atau kain yang mempunyai kualitas bagus.  Sedangkan untuk bahan kain yang berkualitas rendah tidak cocok untuk sablon printing, hasilnya juga menjadi tidak begitu bagus disamping mahal juga. Biaya yang dihasilkan sablon printing jelas lebih mahal sehingga hasil sablon printing mempunyai nilai jual yang mahal.

Sablon printing mempunyai kelebihan seperti membuat gambar hasil sablon lebih detail dan bagus. Kombinasi warna yang serumit apapun pasti bisa dikerjakan dengan sistem sablon printing.  Bisa untuk sablon satuan, praktis dan cepat jelas menjadi kelebihan yang paling umum untuk yang berbasis teknologi. Meskipun ada beberapa kelebihan dari sablon printing, sablon ini juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu biaya perawatan mahal, nilai jual fesyen menjadi lebih mahal, penguasaan mesin sablon printing harus benar-benar expert karena jika salah pengaturannya hasil sablon menjadi cepat pudar dan rontok.

Sablon manual masih digunakan untuk membuat sablon seperti kaos-kaos murah, setelan seragam olahraga, kaos partai atau kaos-kaos yang berbahan rendah. Meskipun sablon printing semakin menarik hati, tidak bisa dipungkiri juga penggunaan sablon manual masih digunakan. Untuk konveksi-konveksi skala kecil dengan produksi dibawah 1000 pcs rata-rata masih menggunakan sablon manual, sedangkan konveksi menengah atas atau garmen tentu saja sudah menggunakan sistem sablon printing.

Kemajuan teknologi memang menjadi senjata bermata dua, mengikuti teknologi tidaklah semudah yang dibayangkan, apalagi untuk transisi dari manual ke serba cepat dan praktis harus perlu adanya penyesuaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *